Terima Gaji Double, Guru Honor di Kota Jambi Wajib Kembalikan Uang

Terima Gaji Double, Guru Honor di Kota Jambi Wajib Kembalikan Uang

Selasa, 08 November 2016 - 17:12:54 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 229

Kenali.co, JAMBI - Guru Honorer dan TU SD dan SMP di Kota Jambi harus mengembalikan gaji mereka dari bulan Januari hingga Juni 2016 yang bersumber dari dana BOS. Pasalnya, mereka juga sudah menerima gaji yang bersumber dari dana APBD Kota Jambi. Sehingga gaji yang mereka terima selama 6 bulan tersebut double. Maka  390 guru honorer dan TU SD dan SMP di Kota Jambi tersebut harus mengembalikan uang yang sudah mereka terima tersebut.

Ini dijelaskan oleh Walikota Jambi SY Fasha bahwa kesalahan memang terjadi dari Dinas Pendidikan Kota Jambi. Angkanya cukup besar yaitu 1,096 Miliar. "Sehingga selama 6 bulan, guru honorer mendapatkan gaji yang double yaitu dari dana BOS dan APBD. Dan BOS tersebut harus dikembalikan. Kalau tidak akan menjadi temuan," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan Permendikbud no 80 tahun 2015, tidak boleh ada satu kegiatan yang didanai oleh dua sumber dana.
Fasha menjelaskan ada 187 SD dan 25 SMP yang memberikan dana BOS untuk gaji guru honor. Dalam satu bulan, satu orang guru mendapatkan honor berkisar antara Rp 800ribu hingga Rp 1,1 juta. Jika dikalikan 6 bulan, maka jumlah uang yang harus dikembalikan sekitar Rp 5 jutaan untuk satu orang guru.

"Jumlahnya cukup besar. Maka saya berpikir agar uang yang harus dikembalikan tersebut bisa dicicil selama 18 bulan. Nanti langsung dibayarkan ke bendahara sekolah," jelasnya.

Fasha mengaku baru mengetahui hal tersebut. Dirinya mengaku hal ini terjadi karena kesalahan Dinas Pendidikan yang terlambat melakukan verifikasi data para guru yang menerima honor dari APBD.

"Ini bukan kesalahan kepala sekolah. Saya akui ini kesalahan Diknas yang terlalu lama melakukan verifikasi data. Diknas baru mengeluarkan SK diatas bulan Juli. Sedangkan selama Januari guru belum menerima gaji sehingga kepala sekolah merinisiatif memberikan gaji guru honor menggunakan dana BOS. Lalu saat dana APBD bisa digunakan, para guru ini kembali diberikan gajinya sejak Januari menggunakan APBD. Sehingga double," jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Hafni Ilyas, Kepala Inspektorat kota Jambi bahwa ini merupakan temuan dari Inspektorat bahwa adanya satu kegiatan yang menggunakan dua sumber dana. "Setelah kita lakukan pengecekan,ternyata ada temuan dan kita laporkan. Ini bertentangan dengan Kemendikbud  sehingga dananya harus dikembalikan," ujarnya.

Saiful Huda, kepala dinas pendidikan kota Jambi mengakui adanya keterlambatan dalam proses verifikssi data. Sehingga SK baru keluar pada bulan Juli. "Kita akui adanya keterlambatan vetifikasi karena kita harus memastikan guru yang D3, S1 dan banyak proses lainnya," ujarnya.

(Ali)

#News1


kenali.co