Yuliana Fasha : Belum 1 Persen Warga Jambi Mengenal Pasar Modal

Yuliana Fasha : Belum 1 Persen Warga Jambi Mengenal Pasar Modal

Minggu, 30 Oktober 2016 - 21:18:07 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 531

Kenali.co, JAMBI- Warga Kota Jambi masih belum banyak yang familiar dengan pasar modal. Ini bisa dilihat dari data dimana jumlah masyatakat yang mengenal pasar modal belum sampai 1 persen. 

Hal ini diungkapkan Yuliana Fasha, Ketua TP PKK Kota Jambi yang juga dikenal sebagai dosen aktif akutansi di salah satu perguruan tinggi di Jambi.

Dijelaskan Yuliana bahwa pasar modal masih sangat awam bagi masyarakat kota Jambi. "Bahkan belum 1 persen masyarakat Jambi yang mengenal pasar modal," ujarnya.

Hal ini mencerminkan masih rendahnya tingkat kesadaran masyatakat kota Jambi terhadap pemanfaatan lembaga investasi dalam mengelola keuangan. 

"Masih banyak masyarakat yang tidak megetahui tentang pasar modal termasuk fitur, manfaat dan resiko. Serta hak dan kewajiban, keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa pasar modal," ujarnya.

Menurutnya,dengan menabung saham,ada banyak keuntungan yang didapat seperti pajak yang lebih rendah dan modal yang tidak perlu besar.

 "Tidak hanya berupa tabungan investasi, keuntungan dari segi pajak tarifnya lebih rendah. Untuk memulainya juga dengan hanya Rp50 ribu sudah bisa menjadi pemilik saham perusahan besar," ujarnya.

Maka, terkait masih sedikitnya masyarakat yang mengenal pasar modal, Yuliana menambahkan agar pihak pasar modal bersama pemerintah kota Jambi harus gencar memberikan edukasi untuk mencari investor baru.

 "Maka harus dilakukan berbagai sosialisasi,pelatihan,konsultas gratis dan membuka berbagai kantor cabang untuk pembelian saham,"bebernya.

Sementara itu, Gusti Ngurah Sandiana Kepala Cabang PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi mengaku akan terus melakukan edukasi seiring dengan adanya penurunan rata rata transaksi saham di Jambi pada semester 1 2016 dibandingkan dengan semester II 2015.

Berdasarkan data, penjualan saham di Jambi masih didominasi dua sektor utama. Yaitu jasa perdagangan dan investasi dengan porsi sebesar 13,64 persen. Sedangkan sektor keuangan sebesar 12,27 persen. 

(Ali)

#News1


kenali.co