Dewan Himbau PNS Tidak Pakai Gas 3 Kilogram

Dewan Himbau PNS Tidak Pakai Gas 3 Kilogram

Rabu, 26 Oktober 2016 - 21:34:52 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 159

Kenali.co, JAMBI- Masyarakat Kota Jambi mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilo gram yang disubsidi oleh Pemerintah. Hal ini sudah dirasakan masyarakat sejak sepekan terakhir.

Junedi Singarimbun, Anggota DPRD kota Jambi mengatakan, dirinya selaku komisi II juga sudah mendapati informasi sulitnya gas 3 kg. Gas 3 kg, kata Junedi saat ini memang bermasalah, dikalangan masyaratakat menengah ke bawah sulit untuk mendapatkan gas subsisdi tersebut.

“Sebenarnya gas ini tidak langka, namun ada relgulasi yang salah. Tidak sesuai peruntukan,” katanya.

Diungkapakan Junedi, hal tersebut merupakan tugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi. karena sebut Junedi di Desperindag ada anggaran untuk pengawasan. “Itu tugas Disperindag pengawasannya,” sebutnya.

Kata Junedi, pihaknya akan segera memanggil Disperidag dan pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan maslah tersebut. “nanti akan kita panggil. Bingung juga kita, tidak ada pengurangan kok jadi langka,” ungkapnya.

Sementara, Komari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi mengatakan pihaknya ada tim untuk melakukan pengawasan. Yang menjadi kendala saat ini, sebut Komari sistem pasar gas kg ini masih terbuka.

Hasil pengwasan di lapangan, kata Komari, gas 3 kg banyak ditemukan di toko-toko dan kios yang bukan pangkalan resmi. Itulah penyebab harga jualnya lebih tinggi. “sebenarnya itu tidak boleh. Tapi masalahnya sistem pasar gas 3 kg ini masih terbuka, disitu kesulitan kita,” ungkapnya.

“Nanti akan kita rapatkan bersama BPH Migas, karena untuk menindaklanjuti itu BPH Migas lebih berwenang,” tuturnya.

Diungkapkan Komari, selain dijual di toko-toko dan kios yang bukan pangkalan resmi, gas 3 kg juga banyak digunakan oleh Rumah Makan, Restoran, dan Cafe yang skala besar.

“Masih ada beberapa kita temukan, hotel, cafe  dan usaha yang cukup besar menggunakan gask 3 kg,” ungkapanya.

Untuk itu, kata Komari dirinya menghimbau agar pemilik usaha yang sudah besar, Hotel, Cafe dan Aparatur Sipil Negara tidak lagi menggunakan gas bersubsidi tersebut. “kita juga himbau agar PNS jangan pakek gas 3 kg lagi. nanti kita akan turun lagi ke hotel, rumah makan.” pungkasnya.

(Ali)

#News1


kenali.co