Dewan : Diknas Jangan Gegabah Putuskan Merger Sekolah SD
Dewan : Diknas Jangan Gegabah Putuskan Merger Sekolah SD

Dewan : Diknas Jangan Gegabah Putuskan Merger Sekolah SD

Senin, 17 Oktober 2016 - 23:00:29 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 379

Kenali.co, JAMBI, - Pemerintah Kota Jambi sudah membentuk tim untuk memverifikasi sekolah-sekolah SDN di Kota Jambi yang layak untuk dilakukan penggabungan atau merger. Namun, dalam waktu dekat ini, pihak Pemkot melalui dinas Pendidikan Kota Jambi berencana akan menggabungkan SDN 18 Kota Jambi dengan SDN 6 Kota Jambi.

“Ini dimerger bukan karena kurang siswa, tapi SDN 18 ini sudah tidak layak lagi dari segi bangunan, makanya kita akan lakukan penggabungan ke sekolah terdekat yaitu SDN 6 Kota Jambi,” kata Kabid Pendidikan dasar Kota Jambi, Arman, Senin, (17/10/2016).

Menurut Arman, Rencanyanya 47 sekolah akan di merger menjadi 23 Sekolah, jika mengacu pada PP No 78 Tahun 2010. Dimana dalam aturan itu disebutkan bahwa di dalam 1 rombel harus terdapat minimal 20 siswa, atau 120 siswa tiap sekolah. Jika hal itu tidak dipenuhi maka guru yang bersangkutan tidak bisa disetifikasi.

“Namun Mentri pendidikan yang baru ini menangguhkan aturan itu, karena mengacu pada sekolah di wilayah timur yang memang masih sepi jika dibandingkan dengan sekolah diwilayah lain,” katanya.

Arman menambahkan, jika pihaknya akan melakukan dialog terhadap masyarakat setempat, apakah mereka setuju atau tidak dengan merger sekolah SDN 18 tersebut. 

“Kami akan minta pendapat ke tokoh masyarakat sebelum memutuskan untuk merger,” katanya.

Ditambahkannya, penggabungan tersebut bisa saja dibatalkan jika pemerintah daerah memiliki kecukupan dana untuk membangun kembali sekolah itu. Sebab, sekolah tersebut sudah tidak layak lagi ditempati oleh siswa karena ditakutkan ambruk.

“Konstruksinya kayu, di sekolah itu ada sekitar 140 siswa,” kata Arman.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Sutiono mengatakan bahwa untuk melakukan penggabungan SDN tersebut, dinas pendidikan memang perlu membentuk tim khusus diluar dinas pendidikan. Tim itu nantinya akan mengkaji dan melihat kronologis kenapa sekolah itu sepi peminat.

“Diknas harus punya kajian. Apakah mutu pendidikan dan sistem pembelajarannya tidak bagus, sehingga sepi peminat. Saya kira jangan gegabah untuk mencetuskan ide merger. Saya rasa kalau mutunya bagus pasti peminatnya ramai,” kata Sutiono.

Sutiono juga mengkritik penumpukan siswa di sekolah-sekolah tertentu. Bahkan ada sekolah SDN yang masih menerapkan sistem belajar masuk pagi dan masuk siang. 

“Ini saya kira hanya masalah distribusi saja. Sekolah yang gemuk itu harus disebar kesekolah yang sepi,” tambahnya.

Dikatakan Sutiono, untuk SDN 18 yang berada di Kampung Manggis memang kondisinya memprihatinkan. Masyarakat disana khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan anak didiknya, karena infrastruktur di SD tersebut memang sudah tidak layak.

“Untuk SDN 18 ini saya sepakat karena infrastrukturnya memang tidak layak, tapi kalau yang lain harus dikaji dulu. SDN 18 ini kalaupun dibangun pakai APBD kita tidak cukup, karena harus membuat turap,” pungkasnya.

(ali)

#News1


kenali.co