Mustamar : Distarum Kota Jambi Terkesan Tutup Mata

Mustamar : Distarum Kota Jambi Terkesan Tutup Mata

Rabu, 12 Oktober 2016 - 21:49:46 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 260

Kenali.co, JAMBI- Terkait dengan masih banyaknya ruko yang berpagar di Kota Jambi, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi menilai jika Dinas Tata Ruang Dan Perumahan Kota Jambi terkesan tutup mata melihat hal tersebut. Padahal menurutnya, pihaknya DPRD Kota Jambi sudah berkali-kali mengingatkan kepada instansi terkait untuk menindak pelanggaran tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Mustamar mengatakan bahwa karena tindakan tegas dari Distarum Kota Jambi dan instansi terkait lainnya, maka banyak ruko-ruko di Kota Jambi yang halaman depannya di pagar, padahal hal itu jelas melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2015.

“Ruko dalam kota tidak diperbolehkan memiliki pagar besi. Hanya rumah pemukiman yang bisa diberi pagar besi,” kata Mustamar.

Oleh karena itu, ia meminta agar Distarum  untuk menertibkan bangunan itu. Ia mengatakan, yang memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan adalah instansi yang bersangkutan yaitu bidang perizinan dan juga dinas tata ruang. 

“Yang tahu bangunan mana yang melanggar instansi itu, nanti akan kita panggil lagi untuk hearing, dan kita akan tanyakan sejauh mana rekomendasi kita itu dilaksanakan,” ujarnya.

Mustamar mengatakan, dirinya bersama dengan Anggota Komisi III lainnya juga sepakat jika ruko yang diberi pagar besi itu ditertibkan, karenan memang selain melanggar Perda juga mempersempit ruang untuk parkir.

“Memang saya akui banyak ruko-ruko yang dipagar, terutama di daerah Jambi Timur,” katanya.

Mustamar menambahkan, sebenarnya pemilik ruko dibolehkan untuk memagari rukonya itu. Akan tetapi, mereka harus mendapat izin dari dinas tata ruang dahulu.

“Artinya kalau mau di pagar itu desain pagarnya dari dinas tata ruang, bukan dari pemilik ruko,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tataruang dan Perumahan (Distarum) Kota Jambi, Masrizal mengakui bahwa ruko yang berpagar itu tidak memiliki izin rekomendasi dari Distarum. Menurutnya, hal itu dilakukan atas inisiatif dari pemilik ruko.

“Kami sudah menyurati ruko-ruko yang berpagar itu untuk dibongkar sendiri, terutama di daerah Jambi Selatan itu sudah pernah kita surati,” katanya.

Ditambahkan Masrizal, dari hasil evaluasinya, sudah banyak pemilik ruko yang membongkarnya sendiri. Namun, masih banyak pula yang tidak mengindahkan instruksi darinya. 

“Akan kita surati lagi, maunya kita tidak perlu ditertibkan melainkan mereka sendiri yang bongkar,” ujarnya.

Ia juga mengelak jika dikatakan tidak tegas, sebab pihaknya sudah pernah memberikan surat teguran kepada pemilik ruko yang berpagar.

“Kami akui memang itu tidak punya izin rekomendasi dari kita, kalau jumlahnya saya nggak hafal berapa banyak,” katanya. 

(ali)

#News1


kenali.co