Kota Jambi, Capaian Pajak Rp 118,2 Miliar

Kota Jambi, Capaian Pajak Rp 118,2 Miliar

Jumat, 07 Oktober 2016 - 19:11:06 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 260

Kenali.co, JAMBI - Hingga tri wulan ke III tahun 2016, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi yang bersumber dari pajak sudah mencapai angka Rp 118,295 miliar.

Disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Kota Jambi, Subhi, dari pendapatan pajak yang paling mendongkrak adalah dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dijelaskannya, untuk PAD dari sumber pajak terdapat 11 jenis pajak yang dikelola, yaitu PBB, BPHTB, pajak reklame, pajak restoran, pajak air bawah tanah, pajak sarang burung wallet, pajak Minerba, pajak parkir, pajak hiburan, pajak penerangan jalan dan pajak hotel.

“Paling besar sumbanganya dari PBB,” kata Subhi.

Dia mengatakan, untuk PBB yang ditargetkan tahun 2016 sebesar Rp 35 miliar, saat ini capaiannya sudah diangka Rp 17,5 miliar. Menurutnya angka tersebut sudah jauh lebih tinggi dari angka tahun sebelumnya pada bulan yang sama.

“Dibanding tahun sebelumnya pada bulan yang sama, angka ini sudah lebih sekitar Rp 2 miliar,” sebutnya.

Menurut dia, pihaknya akan terus menggenjot pendapatan dari PBB dengan cara mempermudah pembayaran, karena selama ini salah satu kendala untuk capaian PBB adalah cara pembayaran.

Saat ini sebut Subhi, pihaknya sudah memperbanyak tempat pembayaran dengan cara menggandeng sejumlah bank swasta, “Kita juga kerjsama dengan kantor POS, supaya wajib pajak lebih dekat untuk membayarn karena kantor pos tersebar dimana-mana,” tukasnya.

Untuk capaian pajak lainnya, seperti BPHTB dari target Rp 40 miliar saat ini capaiannya sudah Rp 26 M, kemudian air bawah tanah dari target Rp 130 juta capaiannya sudah Rp 136 juta.

Dia mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan PAD yang bersumber dari pajak, karena masih ada banyak potensi PAD dari pajak yang belum tergali maksimal.

“Seperti pajak air bawah tanah, itu nantinya akan dinaikan. Namun dengan perhitungan dan polanya. Kita buat hitungan dan polanya dulu,” sebut Subhi.

Begitu juga dengan pajak parkir, terhadap objek yang sudah ada pihaknya akan melakukan penilaian kembali dengan melakukan uji petik, “Supaya diketahui tingkat pendapatannya, dengan uji petik akan terus diketahui potensi yang bisa kita peroleh,” pungkasnya.

(ali)

#News1


kenali.co