PT CSH Bodohi Pemilik Lahan di Pelepat. Bagi Hasil Hanya Rp.70 Perhektar

PT CSH Bodohi Pemilik Lahan di Pelepat. Bagi Hasil Hanya Rp.70 Perhektar

Rabu, 24 Agustus 2016 - 17:29:06 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 392

Kenali.co, MUARABUNGO, - Perusahaan Kelapa PT Citra Sawit Harum (CSH) yang berada di Kecamatan Pelepat diduga telah membodohi dan para petani pemilik lahan yang bekerja sama dengan menyerahkan lahan kepada pihak perusahaan. pasalnya, setiap pemilik lahan tidak mengetahui jumlah hasil kelapa sawit yang dikelola oleh pihak perusahaan, melainkan hanya menerima nominal jumlah uang melalui ketua koperasi.

Permasalahan ini diketahui saat Komisi II DPRD Bungo melakukan sidak, Dihadapan anggota DPRD, baik Ketua koperasi dan pemilik lahan mengakui hanya menerima sejumlah uang dari pola bagi hasil yang dilakukan pihak perusahaan.

Lukman selaku pemilik lahan, secara terus terang menyampaikan kepada anggota komisi II, selama kurun lima tahun terakhir, anaknya hanya menerima Rp.2,5 Juta dari jumlah lahan sebanyam 2,3 Hektar.

"Pak dewan, untuk diketahui, setiap bulan, anak saya hanya terima Rp.60 Ribu hingga Rp.70 Ribu rupiah untuk satu hektar lahan, dan telah kami kumpulkan selam lima tahun ini, baru Rp.2,5 Juta yang anak saya terima," Kata Lukman Dihadapan Anggota Komisi II dan pihak perusahaan saat meninjau lokasi kebun miliknya. Selasa (23/8/2016).

Selanjutnya, Lukman menyebutkan tidak adanya transparansi yang dilakukan pihak perusahaan kepada para petani, dirinya mengakui hampir seluruh petani tidak mengetahui jumlah tonase yang di hasilkan, untuk setiap satu hektar lahan kebun sawit milik petani.

"Setiap bulan, petani hanya bisa lihat jumlah uang yang diterima saja, sedangkan jumlah keseluruhan uang dari hasil kebun tidak di perlihatkan," Papar Lukman Kembali.

Senada dengan Lukman, Hafazoh selaku ketua KUD Beringin Harum, saat dikonfirmasi turut membenarkan pernyataan Lukman, kepada koran ini, Hafazoh menyebutkan lahan milik Lukman hanya menerima bagi hasil sebanyak Rp.60 Ribu hingga Rp.70 Ribu rupiah setiap bulannya.

"memang benar, pak lukman melalui anaknya kumaini hanya menerima hasil berkisar 60 hingga 70 Ribu rupiah, terkadang bisa kurang tergantung harga TBS," Ucap Hafazoh.

Diakui Hafazoh, lukman melalui anaknya Kumaini merupakan pemilik lahan tahap kelima, jumlah bagi hasilnya jauh berbeda dengan tahap pertama dan kedua. tergantung dengan tahun tanam yang dilakukan pihak perusahaan.

"Untuk tahap pertama nominal setiap satu hektar bisa mencapai Rp.200 ribu rupiah, nominal tersebut juga bisa turun, apabilan harga komoditi sawit turun, dan bisa naik apabila harga komoditi sawit naik," Terang Hafazoh.

Mengenai berapa jumlah tonase yang dihasilkan dari satu hektar lahan kebun kelapa sawit milik petani? dengan terus terang, Hafazoh meenyebutkan tidak mengetahui, dirinya hanya menerima List dari perusahaan, terkait jumlah uang yang bakal di terima petani.

"untuk jumlah tonase, serta pendapatan setiap satu hektar lahan, jujur saya tidak mengetahui, setiap bulan, saya hanya terima List dari perusahaan, dan langsung saya bagikan kepada masyarakat,"Papar Hafazoh.

Menanggapi hal tersebut, Membuat Jasmi selaku ketua Komisi II DPRD Bungo gerah, dirinya meminta kepada pihak perusahaan untuk segera menaikkan jumlah bagi hasil kepada petani, dirinya menilai nominal yang berikan pihak perusahaan relatif rendah jika di bandingkan hasil yang didapat pihak perusahaan.

"saya minta kepada ketua KUD, segera kumpulkan seluruh petani, dan mari kita desak pihal perusahaan untuk menaikkan nominal bagi hasilnya," ucap jasmi di hadapan pihak perusahaan.

Desakan senada juga di ucapkan Aljufri selaku anggota Komisi II, dirinya mendesak pihak perusahaan untuk memberika  nominal yang wajar kepada petani.

"kita minta pihak perusahaan untuk memberika  nominal yang wajar kepada petani, dengan nominal 70 Ribu rupiah relatif sangat kecil," Pungkasnya.

(Put)

#News1


kenali.co