Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Belum Selesai

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Belum Selesai

Minggu, 31 Juli 2016 - 18:19:58 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 142

Kenali.co, MUARABULIAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Batanghari, meminta pemalsuan tandatangan pengawas UPTD Kecamatan Pemayung yang dilakukan Kepala SDN 20 Kelurahan Jembatan Mas, Arleli segera diselesaikan.

"Ya, kita minta kepada kedua bela pihak, yakni Kepala SDN20, Arleli dan pengawas UPTD, Sikwan, menyelesaikan masalah pemalsuan tandatangan pengawas UPTD untuk dokumen persyaratan pencairan sertifikasi guru diselesaikan di Kecamatan," kata Agus, selaku kepala bidang pengawas Dinas PdK Batanghari.

Ia mengatakan, sebelumnya kedua bela pihak mencoba melakukan penyelesaian pemalsuan tandatangan ke Dinas. Namun, pihak dinas menolak dan tidak ingin dilibatkan dalam proses perdamaian kedua bela pihak.

" Kami di Dinas tidak mengetahui dengan hal itu, dan kami hanya meminta dokumen mereka itu di perbaiki," ujarnya.

Sikwan, seorang pengawas UPTD Pemayung yang tandatangannya sengaja di palsukan oleh pihak sekolah membenarkan, bahwa pihak sekolah sudah membuat pernyataan perdamaian dan meminta maaf kepada dirinya.

" Surat tersebut belum saya tandatangani dan surat itu masih di Kepala Sekolah," kata Sikwan.

Untuk diketahui, sebelumnya Kepala SDN 20 Kelurahan Jembatan Mas Kecamatan Pemayung Batanghari, Arleli, diketahui memalsukan tandatangan pengawas TK dan SD Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pemayung. Pemalsuan tandatangan ini merupakan berkas persyaratan pencairan dana sertifikasi guru yang di ajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Batanghari.

" Benar, tandatangan saya di palsukan oleh Kepala SD dan beberapa orang guru untuk persyaratan sertifikasi dan ini sangat saya sayangkan," kata Sikwan, selaku Pengawas UPTD Pemayung.

Ia mengatakan, terkait dengan berkas persyaratan pencairan dana sertifikasi guru baru berupa usulan saja dan ini merupakan dokumen persyaratan pencairan yang di ajukan kepada instansi.

" Ingat, saya tidak pernah menandatangani nya dan saya juga terkejut dengan hal ini, kok berani mereka memalsukan tandatangan saya," ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Kepegawaian Dinas PdK Batanghari, Agus membenarkan bahwa berkas persyaratan permohonan pencairan dana sertifikasi tersebut palsu, karena dari tandatangan dari kepegawaian UPTD pemayung.

" Bahannya sudah kita terima, tapi belum bisa kita proses, sebab dari masalah pemalsuan tandatangan itu," katanya lagi.

Arleli, Kepala SDN 20 juga membenarkan dengan kesalahan tersebut dan kesalahan penandatangan ini dilakukan oleh seorang guru yang dipercayai oleh sekolah, yakni, Senjawati.

Menurut dia, kesalahan ini sebenarnya hanya ke salah pahaman saja atau komunikasi dan saat ini masalah tersebut sudah selesai.

"Sekarang masalah ini sudah selesai dan saya juga sudah mendatangi dinas," kata Arleli.

(sun)

#News1


kenali.co