Munas Apeksi Bukti Tanah Pilih Bangkit
JAMUAN : Wali Kota Jambi H. Sy. Fasha jamu Wali Kota se Indonesia peserta APEKSI

Munas Apeksi Bukti Tanah Pilih Bangkit

Rabu, 27 Juli 2016 - 00:24:11 WIB
0 | Kategori: Advertorial |Dibaca: 558

Munas Apeksi yang difasilitasi Pemkot Jambi dihadiri sekitar 4.000 delegasi dari 90 kota dari seluruh Indonesia.

Kenali.co, DI bawah kepemimpinan pasangan Wali Kota Syarif Fasha dan wakilnya Abdullah Sani, Kota Jambi terus berbenah dalam mewujudkan kota yang lebih maju, aman, dan nyaman.

Kota Jambi yang dijuluki ‘Tanah Pilih’ itu terus menunjukkan kemajuan berbagai bidang. Mulai dari peninggkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang dalam kurun dua tahun meningkat secara drastis. Dari Rp226 miliar pada 2014 menjadi Rp286 miliar pada 2016.

Peningkatan PAD itu secara otomatis membuat kota ini terus tumbuh menjadi kota yang lebih maju, pembangunan utilitas dan sarana prasarana perkotaan semakin berorientasi pada peningkatan dan perluasan cakupan. Bukan cuma itu, investasi pun menggeliat. Arus orang, barang, serta faktor-faktor produksi bergerak mengikuti tren kemajuan.

Bukti-bukti keberhasilan itu membuat Kota Jambi menjadi salah satu kota yang mengalami kemajuan pesat. Tidak mengherankan, bila kota ini akhirnya terpilih sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pemerintah Kota
Seluruh Indonesia (Apeksi) Kelima yang digelar pada 27-30 Juli 2016.

Hajatan besar ini akan dihadiri sekitar 4.000 delegasi dari 90 kota/ kabupaten dari seluruh Indonesia. Sebagian besar peserta telah berdatangan dan memadati hotel-hote di Kota Jambi mulai kemarin.

Terkait dengan acara tersebut, juga diselenggarakan Indonesia City Expo yang diikuti seluruh pemerintah kota (pemkot) di Indonesia. Wali Kota Jambi Syarif Fasha memastikan Kota Jambi siap menggelar hajatan ini dan segala persiapan
munas sudah rampung.

“Kita akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik. Karena berdampak bagus buat Kota Jambi dan warganya, kita berharap segenap warga kota menunjukkan keramahan mereka dan berpartisipasi menyukseskan seluruh kegiatan selama Munas Apeksi,” kata Syarif Fasha di Kota Jambi, kemarin.

Berbagai acara digelar menyambut para tamu. Salah satunya, para wali kota disuguhi jamuan makan malam di Ratu Convention Center (RCC), di kawasan Broni, Kota Jambi, tadi malam (27/7/2016). Yang teristimewa dari kegiatan ini ialah ketika para mengikuti pawai budaya di Bundaran Monas Kota Baru. Kegiatan itu berlangsung setelah pembukaan munas yang digelar pagi harinya di Abadi Convention Centre.

Setelah itu, para delegasi dan rombongan menghadiri Indonesia Expo City yang dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Kotabaru, Kota Jambi.

Acara tersebut merupakan ajang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari daerah peserta Munas Apeksi untuk memasarkan dan memperkenalkan produk mereka.


Tantangan
Direktur Eksekutif Apeksi Sarimun Hadi Saputra mengatakan tantangan pemerintah perkotaan di masa depan akan semakin berat.

“Selain harus jeli membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui usaha jasa dan perdagangan, pemkot dituntut cekatan merespons berbagai persoalan, terutama soal kemacetan lalu lintas yang berpotensi muncul seiring pertumbuhan kota,” ujarnya saat jumpa pers Kamis (21/7).

Munas Apeksi akan menyusun suatu program kerja dan membahas dewan kepengurusan yang baru.

“Yang akan kita bahas di antaranya menyangkut implementasi UU No 23, dana transfer dari pusat ke daerah, serta masalah sistem administrasi kepegawaian aparatur sipil negara,” katanya.

“Dan memang rekomendasi yang menonjol itu masalah UU No 23 dan UU ASN. Apa rekomendasi hasil pertemuan itu nanti kita mengusulkan revisi,” kata Sarimun.

Sarimun menjelaskan, di era globalisasi, tantangan kota-kota di Indonesia akan semakin berat.

“Tantangan kita semakin berat, seperti kemacetan lalu lintas yang memang tak terhindarkan, karena infrastruktur jalan di perkotaan tidak sebanding dengan laju pertumbuhan kendaraan,” kata Sarimun.

Cara mengatasi hal tersebut, kata Sarimun, harus segera dipikirkan pemerintah kota. Salah satunya dengan mulai memprioritaskan angkutan umum yang nyaman di perkotaan.

“Dan, kita juga menekankan bahwa kota-kota di seluruh Indonesia harus berkolaborasi untuk maju bersama. Kalau dulu kota-kota di Indonesia berkompetisi, sekarang eranya sudah beda, makanya kita tekankan untuk berkolaborasi,” jelasnya.

Menurut dia, tidak ada kompetisi lagi antarkota, tetapi yang ada ialah kolaborasi, sehingga ada dinamika perkembangan kota-kota di Indonesia. “Tidak tertinggal lagi dengan kota di luar negeri,” imbuhnya.

(Adv/Ali)

#News1


kenali.co