Dikenal Dengan Buayanya, Objek Wisata Dusun Mudo Butuh Perhatian
Dikenal Dengan Buayanya, Objek Wisata Dusun Mudo Butuh Perhatian

Dikenal Dengan Buayanya, Objek Wisata Dusun Mudo Butuh Perhatian

Minggu, 24 Juli 2016 - 19:08:35 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 811

Kenali.co, Merangin - Objek wisata Aberetum Rio Alif Dusun Mudo, dulu diminati oleh wisatawan, karena keasrian wisata hutannya. Namun, sekarang sepi dari pengunjung, di samping itu juga tampak sampah berserakan di sepanjang jalan, terkesan kebersihan di objek wisata yang tak jauh dari pusat Kota Bangko ini kurang perhatian.

Kaspija salah satu staf di dinas pariwisata, selaku penanggung jawab Objek wisata Aberetum Rio Alif Dusun Mudo, membenarkan sepinya pengunjung wisata dusun mudo ini.

Kaspija menceritakan objek wisata dusun mudo ini yang awal mulanya objek wisata ini adalah sebuah dusun, pertama dusun mudo, Pada tahun 1987 ada pembebasan tanah dari dusun mudo ke pemerintahan pada zaman Bupati Bambang Suko Wirnarno, pemimpin daerah pada waktu itu masih Sarko.

Dijadikannya wisata, yang dinamai Aberetum, karena lingkungan dusun mudo ini, bagus dijadikan tempat objek hutan wisata. Pada waktu itu pemerintah menjadikan dusun mudo ini objek wisata.

Pada zaman pemerintah dipimpin oleh Bupati Zainal Imbron pada tahun (1997), maka dibuatlah penangkaran buaya, dan pada akhirnya dusun mudo lebih dikenal dengan kolam buaya dusun mudo.

Kolam buaya ini di buat untuk melengkapi hutan wisata, namun namanya masih tetap Aberetum Rio Alif Dusun Mudo, dikarenakan Rio Alif Dusun Mudo pada saat itu pemimpin.

Untuk wisata dusun mudo sendiri, kita juga masih melihat pepohonan yang masih alami, dan di dalam wisata dusun mudo juga terdapat air terjun, dari aliran sungai Piul, sedangkan wisata buatan sendiri ditambahlah, penangkaran buaya.

"Seperti air terjun dusun mudo dulu sangat diminati oleh para pengunjung, Karena di atas air tersebut dulunya adalah pemandian alam. Selepas main di penangkaran buaya, mereka langsung mandi-mandi di air terjun, dikarenakan airnya sangat bening dan jernih, namun sekarang sudah kuning," lanjutnya.

Sedangkan untuk buaya dipenangkaran sekarang sebanyak empat ekor, untuk buaya tersebut paling besar sekitar lima meter, objek wisata dusun mudo kolam penakaran buaya sebagai daya tariknya.

"Tapi sekarang pengunjung wisata dusun mudo sudah berkurang, dikarena kolam penakaran buaya lama kosong, disebakan 8 ekor buaya, mati diserang oleh hama lintah," tambahnya.

Objek wisata Aberetum Rio Alif Dusun Mudo, terlihat sampah berserakan, dikarenakan pengurus objek wisata ini hanya satu orang, itu pun kalau mau membersihkan, ditunggu hari hari besar. Dengan cara swadaya masyarakat.

"Dulu kami pernah mengajukan ke pemerintah terkait, bagaimana di wisata ini perlu perawatan di bagian kebersihan," ujarnya.

Dikatakannya angaran untuk biaya kebersihan di wisata ini tidak ada, oleh karena itu dinas terkait wisata menunjuk saya langsung untuk pemeliharaan wisata Aberetum Rio Alif Dusun Mudo.

"Karenakan sendiri mengurus objek wisata Aberetum Rio Alif Dusun Mudo, mana la terkafer, mengurusnya apalagi di bidang kebersihan, ya jadi apa adanya," tambahnya.

Apalagi di saat ada kegiatan seperti penilaian Adipura, hari raya, mau tidak mau kita harus mendalan dulu untuk pembersihan, dikarenakan biaya operasional tidak ada.

Sebelum hari raya Idul Fitri kemarin, untuk kebersihan saya upahkan dengan orang, karna saya berfikir objek wisata ini bakal rame dikunjungi, sebab untuk wisata di Merangin ya Aberetum Rio Alif Dusun Mudo, ini lah yang terdekat dari Kota Bangko.

"Dengan jarak 6 km dari pusat Kota Bangko, paling lambat 15 menit jarak tempuh sampai la kita di objek wisata aberetum rio alif dusun mudo ini," katanya.

"Harapan saya demi kemajuan wisata, Aberetum Rio Alif Dusun Mudo ini kepada pemerintah agar diminati oleh pengunjung, kita harus tambah tenaga, paling tidak enam orang lagi, dua orang untuk tukang potong rumput, dua orang khusus menyapu dan buang sampah, dan dua orang lagi, untuk areal kolam buaya," tutupnya.

Salah satu pengunjung Lik, saat itu tengah berwisata di Dusun Mudo mengatakan, Sangat disayang kan objek wisata dalam kota ini, seperti tempat wisata yang tidak terurus dalam pengelolaannya. Padahal untuk tiket masuk permotor 17000.

Lik juga sangat menyayangkan wisata tersebut di samping perawatan yang kurang bersih, juga jorok karena sepanjang jalan ditemui sampah-sampah berserakan, seperti bekas botol minuman, dan sampah plastik makanan.

"Padahal wisata ini sangat nyaman, karena dari pemandangan masih alamai, di samping wisata ini yang terdekat, maknanya kami ke sini, karna dari luar dusun modo tampak bersih, dan penasaran jugan denga buaya yang ada di dalam. Karena wisata yang lain jauh seperti di Jangkat."

"Taunya sesampai di dalam objek wisata Aberetum Rio Alif Dusun Mudo, jauh dari perkiraan, apalagi kolam buayanya, sangat kumuh," tutupnya.

(jo1)

#News1


kenali.co