4 Ton Daging Babi Ilegal Dimusnahkan. Walikota Turun Langsung

4 Ton Daging Babi Ilegal Dimusnahkan. Walikota Turun Langsung

Jumat, 17 Juni 2016 - 19:10:29 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 243

Kenali.co, JAMBI - Sebanyak 4 ton daging babi ilegal dimusnahkan pukul 09.00 WIB, Jumat (17/6/2016). Pemusnahan dilakukan oleh Walikota Jambi SY Fasha didampingi Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Dhoni Agustama, S.I.K. Pemusnahan juha dihadiri oleh tersangka pemilik daging babi.

Pantauan media ini, pemusnahan yang dilakukan di TPA Talang Gulo, Kotabaru dilakukan dengan cara ditimbun. Walikota Jambi bahkan langsung menggunakan eskavator untuk menimbunnya.

"Saat ini kita melakukan pemusnahan daging babi ilegal yang kita temukan sekitar seminggu yang lalu juga dihadiri oleh pemilik dagingnya langsung," ujarnya.

Fasha menyatakan bahwa kasus tersebut sedang ditangani oleh Polresta Jambi. "Proses hukumnya kita serahkan ke kepolisian,” katanya.

Menurutnya, untuk menghindari kejadian yang sama, dirinya sudah memberikan surat edaran dan instruksi kepada ketua RT, lurah dan camat untuk lebih waspada dan mengecek bangunan serta tempat usaha warganya masing masing. Sehingga tidak terjadi hal yang sama.

"Bahwa jika mereka masih ingin melakukan bisnis yang sama, harus diurus dulu izinnya. Usaha ini tidak boleh berada di kawasan padat penduduk. Harus di daerah perbatasan yang jauh dari pemukiman penduduk. Kita juga ada RPH (rumah pemotongan hewan) khusus babi sehingga bisa dilakukan di sana agar lebih aman dan terjaga kesehatan dagingnya," ujarnya.

Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Dhoni Agustama, S.I.K. bahwa tersangka pemilik daging babi dikenakan pasal 91 UU No 18 tahun 2009 sebagaimana diubah pada UU NO 41 tahun 2014 tentang peternakan.

"Ancaman hukuman 5 tahun penjara. Tersangka sudah melakukan hal ini berulangkali,"ujarnya.

Apakah daging tersebut murni babi atau oplosan? Menurutnya saat ini daging sedang diuji lab di daerah Bogor.

"Kita bekerjasama dengan dinas peternakan untuk uji laboratorium di daerah Bogor," ujarnya.

Ditambahkannya juga bahwa pihaknya juga telah menangkap temuan daging babi ilegal di pelabuhan Bakauhuni dengan jaringan yang hampir  sama dengan yang ditemukan di Kota Jambi.

"Tim kita dan dari dinas peternakan juga sudah turun," ujarnya.

Sementara itu, Widakto Koordinator Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI yang turut hadir berterimakasih atas temuan ini.

Menurutnya, daging babi yang ditemukan banyak dikirim ke pulau Jawa. Padahal memang kasus daging oplosan sangat marak di pulau Jawa seperri Solo dan Surabaya.

"Mudah mudahan dengan temuan besar ini, bisa mengurangi jumlah kasus daging oplosan di pulau Jawa karena memang dagingnya banyak didagangkan dari Sumatera," ujarnya.

Pihaknya mengaku terus memberikan pembinaan kepada pedagang diberbagai daerah untuk menjaga kualitas produk yang dijual.

"Kasus oplosan juga marak terjadi pada jenis makanan seperti bakso, kornet, cetering dan daging olahan di beberapa daerah di Indonesia. Namun untuk di kota Jambi, sementara ini belum ada kasusnya," ujarnya.

(ali/dan)

#News1


kenali.co