Lima Kecamatan Rawan Karhutla di Tanjabtim

Lima Kecamatan Rawan Karhutla di Tanjabtim

Rabu, 15 Juni 2016 - 16:09:36 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 275

Kenali.co, MUARASABAK - Dari sebelas kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, lima diantaranya dinyatakan rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Selain struktur tanah berupa gambut, di lima kecamatan ini pada tahun sebelumnya kerap terjadi Karhutla.

Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Mendahara Ulu, Dendang, Geragai, Berbak, dan Kecamatan Muarasabak Barat. Tim satuan tugas pencegahan Karhutla pun, tak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya membuka lahan dengan cara dibakar. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan komitment tentang pencegahan Karhutla, bersama Polri, TNI, pihak perusahaan, dan komunitas peduli lingkungan.

"Harapan kita semua tentunya, pada kemarau tahun ini di Tanjabtim tidak terjadi Karhutla," kata Joni Asnawi, selaku Kabid Perlindungan dan Konservasi pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanjabtim.

Salah satu faktor ditetapkannya lima kecamatan tersebut rawan karhutla, yakni berdasarkan pengalaman dimana tahun sebelumnya karhutla sering terjadi di lima kecamatan itu. Penyebabnya pun bermacam-macam, baik itu disengaja maupun tidak sengaja seperti api puntung rokok.

"Tapi bukan berarti kecamatan lain tidak berpotensi, kecamatan yang lain boleh dikatakan lebih aman ketimbang lima kecamatan tersebut," jelas Joni.

Selain menggencarkan sosialisasi bahaya karhutla, sebagai bentuk upaya pencegahan kebakaran. Tim pencegahan karhutla juga telah disiagakan di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjabtim. Kemudian pihaknya juga terus berkoordinasi dengan tim Manggala Agni.

"Khusus perusahaan perkebunan, juga telah membuat kanal. Sehingga tanah terus lembab, dan jika terjadi kebakaran tidak meluas," tuturnya.

Dari dua satelit yang ada yakni satelit NOA dan Aqua Terra lanjut Joni, pihaknya lebih cenderung percaya hasil pemetaan satelit NOA. Pasalnya, satelit Aqua Terra tampaknya hanya fokus pada titik panas saja, tanpa dilakukan pengukuran suhu panas.

"Orang bakar sampah saja bisa terdeteksi oleh satelit Aqua Terra, makanya kits lebih cenderung percaya kepada satelit NOA," tandasnya.

(zal)

 

#News1


kenali.co