Nasib 420 Orang Guru Honorer di Tanjabbar, Tidak Jelas
Disdik: kita masih menunggu keputusan Provinsi

Nasib 420 Orang Guru Honorer di Tanjabbar, Tidak Jelas

Minggu, 12 Juni 2016 - 15:24:25 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 198

Kenali.co, KUALATUNGKAL - Nasib 420 guru tenaga honor di sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hingga saat ini belum jelas.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H Wahidin,Spd, masih menunggu kepastian dari pihak Disdik Provinsi Jambi terkait status guru honorer yang membantu mengajar di SMA/SMK di Daerah ini, dimana kewenangannya akan diambil alih Disdik Provinsi tahun 2017 nanti.

Hal ini diungkapkan Kepala Disdik, ketika dijumpai di ruang kerjanya, karena banyaknya Guru honorer yang membantu proses belajar mengajar di Sekolah-sekolah Menengah Atas/Kejuruan di Daerah ini, yang hingga kini masih belum jelas statusnya. Apakah mereka guru honorer itu akan ditarik juga apa tidak, inilah yang belum pasti, ujar Kadisdik.

Dituturkan Wahidin pula, dari 390 guru PNS yang tersebar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, ada sebanyak 420 orang guru honorer yang membantu proses belajar mengajar di sekolah-sekolah SMA/SMK.

Bahkan kenyataannya selama ini, selain banyaknya jumlah guru honorer, jumlah jam pelajarannya lebih banyak juga jam pelajaran guru-guru honorer ini dari pada guru PNS. Ini karena masih kurangnya tenaga guru di Tanjabbar, tandas Wahidin.

Maka dari itu kalau Provinsi tidak mengambil alih juga para guru honorer ini, otomatis proses belajar mengajar di sekolah itu pasti akan terganggu/terkendala. Apalagi semua sudah diambil alih Provinsi, jadi kewenangan Daerah tidak ada lagi untuk mengurusnya.

Memang kalau selama ini semua hak (gaji-red) dari para guru honorer tersebut, kita ambilkan dari anggaran APBD (Anggaran Pembelajaan Biaya Daerah), dalam satu tahunnya kita menganggarkan sebesar Rp3,5 Miliar. Sekarang karena belum jelas keputusannya, maka pihak Disdik sudah tidak lagi mengangarkannya.‎,"terangnya.

Wahidin juga menjelaskan jika pihaknya telah memberikan daftar jumlah guru-guru SMA/SMK di Daerah ini, baik guru PNS juga honorer telah kita laporkan ke Provinsi semua.

Tidak hanya itu saja, bahkan daftar seluruh  aset-aset yang dimiliki Sekolah-sekolah itu sudah kita sampaikan.

"Hanya saja terkait soal status guru honorer sampai sekarang pihaknya belum mendapat informasi (kejelasan) dari Disdik Provinsi. "Kita masih menunggu keputusan dari Provinsi", katanya.

(son)

#News1


kenali.co