Masih Banyak Guru Merokok di Sekolah. Dinas Pendidikan Dinilai Kurang Tegas

Masih Banyak Guru Merokok di Sekolah. Dinas Pendidikan Dinilai Kurang Tegas

Minggu, 05 Juni 2016 - 21:54:41 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 157

Kenali.co, MUARA BUNGO - Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) guru dan Kepala Sekolah dilarang merokok di area sekolah. Hal ini diatur dalam Kemendikbud Nomor 64 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok di sekolah.

Jika kepala sekolah atau guru yang terbukti melanggar, sanksinya bisa dimutasi. Meskipun demikian,  pada kenyataannya di Kabupaten Bungo masih saja ada guru serta kepala sekolah yang merokok di lingkungan sekolah.

Seperti disampaikan Ade seorang pelajar di Kabupaten Bungo, masih banyak guru yang merokok dilingkungan sekolah, bahkan perbuatan salah tersebut tidak pernah mendapat larangan dari kepala sekolah atau guru lainnya.

"Masih banyak guru kami yang merokok dilingkungan sekolah bang, bahkan ada yang merokok sambil mengajar di dalam kelas, tanpa ada yang melarang ," ucap Ade, Minggu (5/6/2016).

Dikatakannya, sebagai seorang pelajar dirinya tidak mampu untuk berbuat banyak, karna bisa saja sang guru emosi jika ada pelajar yang berusaha melarang guru jika merokok di lingkungan sekolah.

"Kalau kami melarang tidak mungkinlah bang, bisa dimarahi nanti oleh guru tersebut, seharusnya yang berwenang menegur kan guru lain, kepala sekolah atau Dinas Pendidikan ," tutupnya.

Terkait hal tersebut, Darmawan anggota DPRD Bungo meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menindak tegas guru yang masih saja merokok di lingkungan sekolah. Menurutnya guru harus memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya.

"Dinas Pendidikan harus tegas, bagai mana mau menindak pelajar yang kedapatan merokok jika gurunya sendiri masih merokok dilingkungan sekolah, seharusnya guru memberikan contoh yang baik ," ucapnya.

Menurutnya, aturan demikian sangat penting dan sangat perlu diterapkan. Sebab, dia melanjutkan, rokok bisa menjadi pintu gerbang untuk masuk ke dunia narkoba dan sebagainya.

"Pada Permendikbud pasal lima dijelaskan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan pihak lain dilarang merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, atau mempromosikan rokok di lingkungan sekolah ," jelasnya.

Dengan demikian Kepala sekolah wajib menegur atau memperingatkan atau mengambil tindakan apabila terdapat yang melanggar. Kepala sekolah juga dapat memberikan sanksi kepada guru, tenaga kependidikan, dan pihak lain yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Guru, tenaga kependidikan, atau peserta didik dapat memberikan teguran atau melaporkan kepada kepala sekolah apabila terbukti ada yang merokok. Selanjutnya Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya, harus memberikan teguran atau sanksi kepada kepala sekolah apabila terbukti melanggar ketentuan. ," tutupnya.

(Put)

#News1


kenali.co