PDAM Ancam Bakal Tolak Surat Serah Terima
Salah satu bekas galian pemasangan pipa PDAM yang ditimbun asal-asalan. Dampaknya, banyak jalan dalam kota yang berlubang dan tidak mulus lagi.
Jika Perkerjaan Galian Pipa Dalam Kota Asal Jadi

PDAM Ancam Bakal Tolak Surat Serah Terima

Senin, 16 Mei 2016 - 20:33:14 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 185

Kenali.co, KUALA TUNGKAL - Perkerjaan pembangunan galian pipa sepanjang 30 kilo meter di dalam kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Yang kini masih tahap pekerjaan dari pihak rekanan
Bakal menuai permasalahan baru jika dikerjakan asal-asalan.

Galian pipa baru didalam kota tersebut yang dianggarkan melalui APBN Provinsi ini, Sejak awal akan dibangun sudah terlihat banyaknya menuia kecaman khususnya dari kalangan masyarakat sekitar.

Hal tersebut seperti yang disampaikan, Ustayadi Berlian, Sh. Direktur Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Tirta Pengabuan Kuala Tungkal. Kepada media ini membenarkan jika pihak rekanan tidak mengerjakan dengan sempurna tentu bakal ada kisruh dari masyarakat mau pun dari pihaknya(PDAM-red).

Untuk itu, Pihak pdam Kuala Tungkal sudah mengirim satu pengawasnya, Untuk mengawasi perkerjaan tersebut jangan sampai pekerjaan mereka meninggalkan tanda tanya besar setelah selesai pembangunan.

"Ini merupakan bagian dari pada pembangunan, Kendala seperti keluhan masyarakat ini, Jangan sampai terjadi." Ingatnya.

Kata dia, Dirinya selaku pihak PDAM akan melakukan dengan meminta bantu kepada rekanan, Sebagai bagaimana awal dikerjakan seperti itu pula diperbaiki sisa bekas galiannya. Agar selesai perkerjaan masalah ini baik diterima masyarakat.

"Seperti masalah galian, Coran setelah mereka bongkar agar diperbaiki kembali. Sebelum acara serah terima pekerjaan diselesaikan." Sebutnya.

Dirinya dengan tegas mengatakan, Jika perkerjaan ini masih adanya masyarakat mengeluh atau melakukan protes. Selagi itu pekerjaan belum diselesaikan dengan baik dirinya berjanji bakal ancam tidak akan menerima apabila pihak rekanan meminta surat tanda terima.

"Kita akan periksa nanti, Begitu mereka mengatakan selesai akan diadakan uji coba pipa jaringan disitu bisa dilihat mana yang bocor dan sudah koneksi." Tegasnya.

Saat disinggung, Jika masyarakat sudah merasa gaduh, Faktanya mereka berjanji  akan ditimbun dengan tapi ditimbun dengan dilakukan asal-asalan.

"Kemarin kita sudah melalui perencanaan pengawas sudah kita katakan, Supaya mereka mengunakan stempel jeck untuk merata bekas-bekas galian mereka dimana coran tersebut diminta untuk dipadatkan setelah sudah rata baru dilakukan cor dengan baik." Jelasnya.

"Intinya, Dari kita sudah memberitahukan hal ini, Selagi pekerjaan mereka tersebut tidak dibereskan seperti saya katakan tadi. Kita ancam tidak akan menandatangi surat serah terima. Kita tidak akan terima, Sebab disitu fisik dan non fisiknya ada, Masa pembeliharaannya ada kita akan tuntut itu sampai mereka memang benar menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik dan benar." Kata Mantan anggota DPRD tanjabbar ini.

Sementara itu, Sebelumnya banyak masyarakat sekitar merasa pekerja yang dilakukan pihak rekanan ini juga merusak sebagian pondasi rumah masyarakat.

"Dampak pertama jalan sekitar akan rusak, dan pengalian pun disela-sela pondasi pagar rumah masyarakat." Ujar Yuki salah satu warga sekitar.  

Kata dia, Yang sangat dikecewakan masyarakat terkait seperti pekerjaan pengalaman tahun lalu yang hampir serupa dengan saat ini, Yang mana rekanan kontraktor berjanji setelah pengerjaan akan diperbaiki dengan maksimal.

"Perjanjian mereka seperti itu, Nyatanya tidak terbukti akan diperbaiki dengan maksimal. Banyak jalan yang rusak akibat pengalian." Sebutnya.  

Dirinya mengakui, Masyarakat bukan tidak setuju atas pengalian ini, Justru berakibat
Menyusahkan masyarakat bukan, menguntunghkan bagi masyarakat.

" Tanggungjawab mereka tidak ada, Kalau mau bertanggungjawab atas kerusakannya kepada masyarakat silahkan saja asal jelas." Tegasnya.

Bukan itu saja dirinya menyebutkan, Izin untuk melakukan pengalian disekeliling rumah masyarakat ini hingga merusak pondasi rumah juga tidak ada komunikas sejak awal.

" Tidak ada melakukan permisi, Datang-datang langsung kerja dan mengali saja, Apa salahnya bilang izin kepada pemilik rumah." Tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dengan pihak pelaksana kegiatan.

(son)

#News1


kenali.co