Produksi Padi Di Jambi Diprediksi Menurun

Produksi Padi Di Jambi Diprediksi Menurun

Jumat, 22 April 2016 - 19:02:50 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 344

Kenali.co, Jambi - Produksi padi tahun 2016 diprediksi menurun karena rata-rata lahan sawah terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi di provinsi itu, kata seorang pejabat.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi Amrin Aziz, Jumat (22/4/2016), mengatakan meskipun rata-rata produktivitas padi meningkat pada tahun 2010 hingga 2015, pihaknya memastikan pada tahun 2016 menurun.

"Ini disebabkan hujan lebat yang terus mengguyur di sejumlah wilayah Provinsi Jambi hingga mengakibatkan sawah terendam banjir dalam waktu lama sehingga petani menunda masa tanam dan benih yang terlanjur ditanam banyak yang mati," katanya di Jambi.

Dia menjelaskan, rata-rata setiap tahunya sejak 2010-2015 luas tanam padi mampu mencapai 100 ribu hektare per tahun. Selain itu pada musim tanam Oktober-Maret 2016 cukup mengembirakan dari yang ditargetkan 98 ribu hektare kini terdata mencapai 113 ribu hektare.

"Namun jaminan untuk tercapainya target produksi padi sepertinya akan sulit pada Mei-Sepetember 2016. Ini melihat banjir di sejumlah wilayah yang tak kunjung surut," katanya.

Amrin mengungkapkan, saat ini pihaknya harus mengejar produksi 600 ribu ton padi yang sebelumnya ditotalkan dalam lima tahun sejak 2010 yakni sebesar satu juta ton.

"Seharusnya setelah habis masa kepemimpinan gubernur lama target produksi satu juta ton selama lima tahun sudah selesai. Tapi sekarang baru 400 ribu ton karena tahun 2015 Jambi dilanda musim kemarau panjang yang berakibat bencana kebakaran hutan dan menyebabkan kabut asap," ungkapnya.

Dengan melihat banjir saat ini disejumlah kabupaten, mengakibatkan petani kesulitan untuk menanam padi. Dipastikan untuk mengejar 600 ribu ton pada tahun ini tidak akan tercapai.

"Seharusnya tahun 2015 sudah harus tercapai satu juta ton, kalau dilihat kondisi saat ini akan sulit mengejar 600 ribu ton. Ini dilihat kemampuan petani juga masih terbatas," kata Amrin Saat ini ada tiga kabupaten penghasil padi yang belum bisa melakukan penanaman, yakni Batanghari, Muarojambi, dan Kota Jambi.

Selain itu, bantuan "rice milling unit (RMU) atau mesin penggiling padi dari Kementerian Pertanian sudah tidak ada lagi. Kalau tahun sebelumnya ada 35 unit kini dihilangkan DPR RI karena ada kasus di daerah lain, kata Amrin.

Tidak hanya itu, katanya, efisiensi anggaran Pemprov Jambi berdampak di sektor pertanian.

"Makanya kalau bisa saat ini masa tanam dipercepat, khususnya wilayah produktifitas. Karena dari APBD Pemprov saat ini sektor pertanian hanya mendapatkan sekitar Rp11 miliar," katanya.

"Kita juga akan diperbantukan dari pihak TNI untuk mencetak sawah baru ditahun 2017 yang difokuskan disejumlah kabupaten/kota. Seperti Merangin, Sarolangun, Tebo, Kerinci, Bungo, dan Kota Sungai Penuh," katanya.

(Antara)

#News1


kenali.co