Objek Wisata Kerinci Banyak Dikelola Masyarakat
Objek Wisata, Air Terjun 12 Tingkat di Desa Talang Kemulun, Kabupaten Kerinci

Objek Wisata Kerinci Banyak Dikelola Masyarakat

Minggu, 13 Maret 2016 - 17:32:35 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 1275

Kenali.co, KERINCI - Kabupaten Kerinci cukup banyak memiliki objek wisata yang bisa menarik wisatawan, hanya saja, objek wisata tersebut belum mendatang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kerinci.

Sebab, sebagian besar objek wisata di Kerinci ini banyak dikelola oleh masyarakat, sedangkan Pemerintah hanya beberapa titik saja, seperti Air Terjun Telun Berasap, Aroma Peko Kayu Aro, Danau Kerinci dan Air Panas Semurup.

Sehingga bebeberapa objek wisata bisa menarik wisatawan hanya dikelola oleh warga setempat. Ini tentu tidak ada pengembangan akses jalan dan pengelolaan yang baik.

Kepala Dinas pariwisata, pemuda, olahraga Kerinci, Ardinal mengakui banyak objek wisata yang dikelola masyarakat setempat.

Dia mengatakan potensi wisata yang dikelola masyarakat seperti air terjun Pendung Semurup, air terjun 14 tingkat Sungai Medang, Danau kaco di Lempur, air terjun Pancuran Rayo Pulau tengah belum dikelola oleh pemerintah setempat.

Selain itu wisata yang paling ramai dikunjungi warga yakni Air Terjun Bertingkat di Talang Kemulun serta air terjun di Kecamatan Batang Merangin. Ada lagi wisata goa yang bahkan belum banyak diketahui dan dikunjungi wisatawan.

"Kalau secara keseluruhan memang banyak wisata di daerah kita yang harus dikembangkan, tapi ada beberapa faktor juga yang menghambat," sebutnya.

Menurutnya, jika semua potensi wisata tersebut dikelola pemerintah daerah, tentu pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata akan meningkat signifikan. Namun demikian sejumlah faktor yang menghambat pemerintah. Di antaranya anggaran untuk pengembangan wisata masih minim.

Selain itu, jalan ke lokasi wisata yang sulit untuk dikembangkan, lantaran ada beberapa lokasi wisata yang akses jalannya berada didaerah kawasan taman nasional kerinci seblat (TNKS) maupun hutan lindung. "Jadi anggaran yang kecil, juga akses jalan termasuk penghambat kita," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada di tahun 2016 ini, Dinas Pariwisata belum memasang target untuk melakukan pengembangan lokasi wisata baru. Akan tetapi memaksimalkan fasilitas maupun akses jalan didaerah wisata yang sudah dikelola.

"Kita lihat situasi dulu untuk wisata baru. Sasaran PAD tahun ini masih seperti tahun lalu, yang sudah dikelola misalnya di Kayu Aro, Gunung Tujuh, Danau Kerinci, Air Panas Semurup dan beberapa wisata lainnya," jelas Ardinal.

Sementara itu, Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin, saat dikonfirmasi persoalan banyak objek wisata dikelola masyarakat, Minggu (13/3), juga membenarkan hal tersebut.

"Ya, sebelumnya kita sudah coba di Koto Petai, kita serahkan kepada pemuda, hasilnya cukup luar biasa. Kedepannya, kita akan mendata ulang jumlah objek wisata yang dikelola masyarakat di kabupaten Kerinci," jelasnya saat ditemui di kediaman pribadinya, Minggu (13/3).

Dia juga mengatakan, untuk membangun sarana di objek wisata tersebut, pihaknya minta agar sebagian aset tanahnya di serah ke Pemda untuk dibisa di bangun, nanti kita bisa membagi hasil dengan pemerintah daerah.

"Ketika kita kelola ini secara serius dan profesional tidak menutup kemungkinan semua objek wisata di Kerinci bisa memberikan kontribusi untuk Pemkab Kerinci. Karena kadang-kadang wisatawan pengen nilai jelajahnya, tapi harus lengkap dengan fasilitasnya seperti ada kantinnya, dan juga ada wc di situ," tandasnya.

(sau)

#News1


kenali.co