Warga Sepakat Damai Dengan SAD. Ini Isi Perjanjiannya ...

Warga Sepakat Damai Dengan SAD. Ini Isi Perjanjiannya ...

Jumat, 11 Maret 2016 - 18:12:46 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 299

Kenali.co, Tebo - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo bersama pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Tebo Ulu dan LAM Kecamatan Sumay, memfasilitasi perdamaian antara warga Desa Pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu dengan Suku Anak Dalam (SAD), yang terjadi di lokasi PT LAJ Kecamatan Sumay, beberapa waktu yang lalu sudah menuai hasil kesepakatan.

Di ruang rapat Kantor Bupati Tebo pada Kamis (10/3), Temenggung Hasan perwakilan dari SAD sepakat damai dengan M. Dasri diwakili Holidi.

"Alhamdulillah, mereka (SAD dan warga) sudah sepakat untuk berdamai," ungkap Harmain, Plt Sekda Tebo, Jumat (11/3).

Dalam perdamaian, Ada beberapa poin yang disebutkan dalam hasil kesepakatan tersebut, diantaranya para pihak yang bersengketa sepakat dilakukan perdamaian yang difasilitasi oleh lembaga adat Kecamatan Sumay dan Pemkab Tebo, sesuai dengan surat pernyataan kedua belah pihak sebagai mana terlampir.

Selanjutnya, Kedua belah pihak sepakat dan menjamin tidak akan melakukan tindakan yang merugikan kedua belah pihak atau pihak lain, yang patut diduga dari persengketaan ini. Apabila kedua belah pihak melanggar perjanjian ini akan diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kemudian, Berdasarkan kajian adat yang berlaku di Kecamatan Sumay bahwa kedua belah pihak yang bersengketa ini hanya sebagai korban akibat dari adanya penyerahan lahan oleh pihak Temenggung Hasan pada PT LAJ.

Seterusnya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari, maka kedua belah pihak sepakat untuk mengangkat saudara atau dulur secara adat yang berlaku di Kecamatan Sumay dengan denda adat sebagai berikut, Satu ekor kambing, 10 gantang beras, dan Selemak semanis dan seasam segaram.

Kemudian, terhadap denda adat yang telah ditetapkan oleh lembaga adat Kecamatan Sumay dibantu oleh pihak PT LAJ. Dan pelaksanaan dari denda adat tersebut dilaksanakan paling lambat 2x7 hari terhitung dari tanggal kesepakatan ini dan dilaksanakan di kantor Kecamatan Sumay.

Berita acara kesepakatan perdamaian ini ditandatangani langsung oleh Hasan perwakilan dari SAD (cap jempol) dan M. Dasri warga Desa Pulau Temiang yang diwakili Holidi.

Berita acara tersebut disaksikan oleh UN Sidik HS, Ketua LAM Kecamatan Sumay, Muslim, Ketua LAM Kecamatan Tebo Ulu, Husen, Ketua KAT (Perwakilan SAD), Izhar, Camat Sumay, Yahoza, Camat Tebo Ulu, Pungki manajemen PT LAJ dan Harmain, Plt Sekda Tebo.

"Saya harap poin-poin kesepakatan ini dijalani oleh kedua belah pihak," sebutnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo terus berupaya memfasilitasi perdamaian antara warga Desa Pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu dengan Suku Anak Dalam (SAD), yang terjadi di lokasi PT LAJ Kecamatan Sumay, beberapa waktu yang lalu. Pada Kamis (10/03) kemarin , untuk kedua kalinya Pemkab Tebo mencoba memfasilitasi upaya damai tersebut.

Upaya damai yang dilaksanakan di Aula Melati Kantor Bupati Tebo, dipimpin langsung oleh Harmain Peltu Sekda Tebo yang didampingi oleh M. Hatta Asisten III Sekda Tebo, Wakapolres Tebo, dan Kapten Inf Zulkarnain Danramil 416-05 Muara Tebo.

Selain itu, juga hadir perwakilan dari PT LAJ, Kepala SKPD yang terkait, Camat Sumay, Camat Tebo Ulu, Kapolsek Tebo Ulu, pengurus adat Kecamatan Tebo Ulu dan Kecamatan Sumay, perwakilan masyarakat desa Pulau Temiang, dan beberapa Temenggung perwakilan dari SAD.

(nto)

#News1


kenali.co