Bentrok Warga Dengan SAD, PT LAJ Dipinta Bertanggung Jawab
Peltu Sekda Tebo saat memimpin mediasi damai antara warga dengan SAD

Bentrok Warga Dengan SAD, PT LAJ Dipinta Bertanggung Jawab

Kamis, 10 Maret 2016 - 22:11:08 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 270

Kenali.co, Tebo - Masih terkait bentrok antara warga Desa Pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu dengan Suku Anak Dalam (SAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo terus berupaya memfasilitasi perdamaian yang terjadi di lokasi PT LAJ Kecamatan Sumay, beberapa waktu yang lalu. Pada Kamis (10/03), untuk kedua kalinya Pemkab Tebo mencoba memfasilitasi upaya damai tersebut.

Pantauan di lapangan, Upaya damai yang dilaksanakan di Aula Melati Kantor Bupati Tebo, dipimpin langsung oleh Harmain Peltu Sekda Tebo yang didampingi oleh M. Hatta Asisten III Sekda Tebo, Wakapolres Tebo, dan Kapten Inf Zulkarnain Danramil 416-05 Muara Tebo.

Selain itu, juga hadir perwakilan dari PT LAJ, Kepala SKPD yang terkait, Camat Sumay, Camat Tebo Ulu, Kapolsek Tebo Ulu, pengurus adat Kecamatan Tebo Ulu dan Kecamatan Sumay, serta perwakilan masyarakat desa Pulau Temiang, dan beberapa Temenggung perwakilan dari SAD. Dalam tahapan mediasi, kesimpulan yang diambilpun antara warga dan kelompok SAD adalah sama-sama korban danBegitu juga dengan PT LAJ.

"Sekarang kondisi warga kami didalam (pemukiman SAD, red) ketakutan. Karena ada isu kalau warga Desa mau menyerang pemukiman kami," ungkap Hussen yang merupakan penasehat SAD Tebo saat menyampaikan kondisi warganya.

Isu itu langsung dibantah oleh Juanda perwakilan dari warga Desa Pulau Temiang. Dia mengatakan jika warga ke pemukiman SAD karena untuk melihat keluarganya yang terluka.

"Waktu itu tidak ada niatan kami untuk menyerang SAD, kami hanya ingin melihat keluarga kami yang terluka," uhar Juanda.

Dari perdebatan itu, Asisten III Sekda Tebo, M. Hatta menduga jika isu penyerangan tersebut sengaja disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab agar terjadi hal yang sengaja diciptakan oleh orang yang tak bertanggung jawab.

"Sepertinya ada oknum yang sengaja menghembuskan isu ini. Yang jelas, kita disini membahas masalah perdamaian bukan berbicara kebelakang ataupun mencari siapa yang benar dan siapa yang salah," tegas Asisten III.

"Disini kita membahas masalah perdamaian, bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Jadi, kalau ada masalah lain diluar konteks perdamaian, silahkan lapor ke aparat hukum," tegasnya Hatta lagi.

Meski demikian, Abu Bakar Asisten II Sekda Tebo minta agar PT LAJ menanggung semua permasalahan terkait perdamaian ini. Sebab, menurut dia, bentrok antara warga dengan SAD tersebut berawal dari PT LAJ.

"Permasalahan ini berawal dari PT LAJ. Jadi saya minta perusahaan bertanggung jawab untuk memfasilitasi perdamaian ini," pintanya.

Sementara itu, Lisa salah satu perwakilan dari PT LAJ mengaku sangat kecewa atas insiden bentrok tersebut. Dia juga mengaku atas insiden itu, perusahaan mengalami kerugian  sekitar Rp 1,5 milyar.

"Perusahaan sangat kecewa atas bentrok kemarin. Akibat bentrok, kita mengalami kerugian sekitar 1,5 milyar," jelas Lisa.

Dikatakannya lagi, tidak hanya fasilitas perusahaan yang dirusak akibat imbas dari bentrok kemarin. Namun cam karyawan juga ikut dirusak dan dibakar.

"Itu kan cam untuk penginapan karyawan yang juga warga Desa, Tapi ikut dirusak," ketusnya.

Saat ditanya mengenai rincian kerugian yang dialami PT LAJ, Lisa enggan menjelaskan secara detail dan mempersilahakan untuk mengkroscek langsung keadaan dilapangan.

 "Silahkan ke lokasi, cek saja sendiri. Yang jelas kami berharap ini kejadian yang terakhir," tegasnya.

Selanjutnya, Hingga berita ini diterbitkan, mediasi untuk upaya damai antara warga Desa Pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu dengan warga SAD, hingga saat ini masih belum ketemu kata sepakat.

(nto)

#News1


kenali.co