Muaro Jambi Temple For World Heritage
Muaro Jambi Temple For World Heritage

Muaro Jambi Temple For World Heritage

Kamis, 10 Maret 2016 - 21:25:48 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 541

Kenali.co, Fenomena gerhana matahari total bukan hanya fenomena langka yang merupakan kuasa Tuhan yang patut disyukuri. Namun, syukur juga patut dipanjatkan para pedagang di Candi Muaro Jambi.

#MuaroJambiTempleForWorldHeritage

Tak kurang dari 1000 pengunjung memadati objek wisata Candi Muaro Jambi untuk menyaksikan fenomena yang hanya terjadi 350 tahun sekali. Hal ini tentunya melipatgandakan omset para pedagang di objek wisata Candi Muaro Jambi.

Pendapatan para pedagang melonjak berlipat ganda. Tak satupun warung pedagang yang kosong tanpa pembeli. Bahkan, para pembeli harus mengantri untuk mendapatkan tempat duduk. Belum lagi harus menunggu hingga 30 menit untuk bisa dilayani oleh pedagang.

Di salah satu warung kami sempat kecewa karena ramainya pengunjung, untuk memesan dua porsi gado-gado pun kami pun kesulitan, karena setelah 1 jam menunggu gado-gado yang kami pesan belum juga datang karena banyaknya pesanan yang harus dilayani penjualnya.

Salah satu penjual makanan di candi, Miza mengaku keteteran dalam melayani pembeli yang jauh melonjak dari hari biasanya. Bahkan, dikatakannya, di hari liburpun pengunjung tidak seperti hari ini (Rabu, 9/3) pada saat gerhana.

"Semuanya pedagang kalang kabut dari pagi," akunya.

Di hari biasa, lanjut Miza, ia hanya mampu menjual 15 hingga paling banyak 20 porsi makanan yang dijajakannya ditambah dengan minuman serta makanan kecil yang tidak seberapa. Namun, Alhamdulillah sebut Miza, di momen gerhana ia baru sampai tengah hari ia telah menjual 50 porsi lebih makanan dagangannya. Dan ia sampai harus menambah bahan makanan untuk melayani para pembeli. "Padahal masih siang."

Memang harus diakui, Candi Muaro Jambi yang menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan Pemerintah Provinsi Jambi memberi berkah tersendiri bagi pedagang. Belum lagi, berbagai komunitas yang dikumpulkan oleh komunitas yang menamakan diri Tuntas Adventure sudah mengadakan acara sejak malam hari. Yang membuat beberapa pedagang mengambil peluang dengan berjualan sejak malam bahkan sore hari sehari sebelum datangnya momen gerhana.

Pada malamnya pun, tidak kurang dari 300 orang memang sudah berada di lokasi candi yang berasal dari berbagai komunitas, mulai dari pecinta alam, komunitas musik, para sineas bahkan hingga komunitas otomotif. Mereka sudah berkumpul sejak malam hari untuk menyaksikan suguhan hiburan yang sajikan Tuntas Adventure, berupa musik akustik, puisi, api unggun, hingga bakar-bakaran yang tidak bisa ditinggalkan.

Tentunya ramainya pengunjung dapat mendongkrak omset para pedagang. Pedagang yang biasanya hanya mendapatkan Rp300 hingga Rp500 ribu perhari, pada momen ini bisa menghasilkan lebih dari Rp1 juta rupiah.

Sebenarnya, hal ini tidak hanya bisa terjadi jika ada momen-momen langka seperti ini, jika saja pihak terkait bisa menata tempat hingga suguhan yang disajikan. Kompleks Candi Muaro Jambi yang merupakan kompleks candi terluas se Asia Tenggara selain dijadikan objek wisata sejarah, juga bisa dijadikan objek wisata kuliner dan wisata religi karena tidak jarang umat-umat beragama yang menjadikan tempat suci mengadakan ritual di lokasi tersebut.

Namun, hal itu juga harus direncakan dan ditata sebaik-baiknya oleh pihak terkait. Mulai dari akses menuju lokasi, hingga promosi yang maksimal. Selain objek wisata, Candi Muaro Jambi juga menjadi tujuan para peneliti yang ingin melakukan penelitian. Hingga para pelajar yang menggeluti ilmu yang berkaitan dengan objek sejarah.

Candi Muaro Jambi pada malam hari memang menyuguhkan kecantikan yang luar biasa yang sangat berbeda dengan pada siangnya. Mengapa demikian, candi yang dikelilingi oleh pohon serta terpaan cahaya langit menyuguhkan keindahan sendiri yang sulit dijelaskan. Terlebih, pada saat siang hari kesan kurang tertata kontras sekali terlihat jika dinikmati pada malam hari.

Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi harus bekerja sama dengan baik dalam menata lokasi tersebut. Sehingga kesan penataan yang berantakan terutama lokasi padagang yang semrautan bisa diatasi. Yang tentunya berimbas pada meningkatnya pengunjung objek wisata dengan semakin nyamannya lokasi tersebut. Dan juga pihak terkait perlu menambah sarana pencahayaan pada malam hari, agar para pengunjung bisa lebih leluasa dalam menikmati keindahan candi.

Tim dari Lacak Artefak yang Chaedar, salah seorang anggota dari lacak yang berhasil ditemui lokasi yang sama di Candi Muaro Jambi. Dia bersama tim yang berjumlah 20 orang akan melakukan pengamatan di Candi Muaro Jambi. Mereka juga bekerja sama dengan menggaet mahasiswa Arkeologi Universitas Jambi dalam penelitian yang mereka kerjakan. Dengan produk yang dihasilkan berupa laporan yang akan disampaikan ke gubernur Jambi sebagai bahan pertimbangan untuk mengexplore potensi candi.

Tidak berhenti hanya di situ, pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa dilakukan secara berkelanjutan menuju #MuaroJambiTempleForWorldHeritage yang juga diusung Pemerintah Provinsi Jambi.

Meski, lanjutnya, pengamatan mereka bukan merupakan penelitian secara mendalam. Namun mereka berharap hasil dari pengamatan mereka mendapatkan poin-poin penting yang menjadi informasi tambahan tentang Candi Muaro Jambi serta peradaban yang membangun kompleks tersebut.

Penulis Yovy Hash

#News1


kenali.co