GMT Jalan Menuju Candi Muaro Jambi
GMT 2016

GMT Jalan Menuju Candi Muaro Jambi

Kamis, 10 Maret 2016 - 19:35:54 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 486

Kenali.co, Momen gerhana matahari mengungkit cerita gerhana yang pernah terjadi bertahun-tahun lalu. Namun di sisi lainnya, momen ini menyibak kembali budaya Sungai Batanghari. Tak hanya itu, kejayaan maritim dibangkitkan kembali.

Kenapa demikian, sambut fenomena langka ini, masyarakat Jambi diingatkan dengan sisi yang wajib untuk dibanggakan masyarakat Jambi. Sungai terpanjang di Sumatera, Sungai Batanghari. Kompleks candi terluas di Asia Tenggara, Candi Muaro Jambi.

Inilah Jalan Menuju Candi Muaro Jambi

Dilepas oleh Gubernur Jambi, Zumi Zola, Rabu 9/32016), puluhan orang yang ingin menyaksikan fenomena langka ini, diberangkatkan ke Candi Muaro Jambi melalui jalur sungai dengan perahu tradisional atau dalam bahasa Jambi disebut "ketek".

Jam menunjukan pukul 15.20 WIB. Dari dermaga Ancol tepat di depan rumah dinas gubernur, ratusan wisatawan gerhana mulai menaiki ketek beranjak menyusuri Sungai Batanghari jalan menuju Candi Muaro Jambi.

Dari atas ketek, wisatawan disuguhkan pemandangan Titian Arasy dengan latar Sungai Batanghari. Entah wisatawan lokal atau dari luar Jambi, asyik jepret-jepret menggunakan Ponsel. Itu merupakan suatu bukti betapa mengagumkan dan menyenangkannya perjalanan kali ini.

Tak sabar ingin menikmati perjalanan sungai ini, teriakan dari beberapa wisatawan dari dalam perahu memanggil rekannya yang tak kunjung menaiki ketek. Para ABK pun terlihay sibuk lalu lalang menyiapkan perahu masing-masing.

Namun, ya begitulah, cuaca Jambi yang panas cukup menyengat kulit wisatawan. "Tek ketek ketek ketek ketek" suara deru mesin ketek tak berapa lama, ketek-ketek pengangkut para wisatawan mulai dijalankan menyusuri Sunga Batanghari. Di kiri kanan bahkan di tengah sungai, terparkir cukup banyak kapal tongkang pengangkut pasir. Di Sungai Batanghari, pasir-pasir terus dikeruk, dan menjadi penyebab keruhnya air sungai.

Perjalanan menuju Candi Muaro Jambi via sungai juga melewati beberapa lokasi pabrik tambang batubara. Itu menjadi salah satu tanda bahwa ketek-ketek ini mulai keluar dari wilayah Kota Jambi, selain melewati Jembatan Aur Duri II.

Tak diduga, di tengah perjalanan perahu kami mengalami kebocoran. Al hasil, ketek yang mengangkut awak media terdampar di suatu tempat yang entah apa namanya, yang kemudian baru diketahui bernama Dokapeng.

Entah bagaimana, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu yang tadi ditumpangi. Dan berjalan menyusuri kawasan pabrik menuju jalan raya, tepatnya di Simpang Kunangan, Talang Duku. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil melalui jalur darat.

Pukul 18.15 WIB, kami sampai di lokasi Candi Muaro Jambi. Sesampai di lokasi, para wisatawan gerhana lain yang menggunakan perahu sudah sampai terlebih dulu. Tenda-tenda pun sudah berdiri di kawasan candi. Di beberapa sudut terlihat rombongan wisatawan ngobrol santai sembari beristirahat meregangkan kepenatan selama perjalanan.

Seiring senja di langit yang kemerah-merahan, matahari pun terbenam. Tinggal menunggu matahari esok hari yang akan menjadi fenomena bersejarah. Adzan Magrib berkumandang, wisatawan muslim mulai mencari-cari lokasi untuk menunaikan Shalat Magrib.

Langit mulai gelap. Jika di hari biasa, aktivitas di kawasan candi juga berakhir. Namun kali ini, dengan adanya momen kunjungan dari wisatawan yang ingin menyaksikan gerhana, aktivitas di kawasan candi kembali hidup. Di beberapa tempat, warung-warung kecil di kawasan ini masih menjajakan dagangan.

Suasana malam seperti mengundang orang-orang untuk ngopi di warung-warung kecil ini meskipun cuaca tidak begitu dingin. Sebagian wisatawan lainnya untuk berdiam di tenda untuk menghindari gigitan nyamuk yang memang cukup banyak berkeliaran.

Momen gerhana matahari total ini tidak hanya menjadi momen langka yang bisa dinikmati mata. Namun, dengan adanya momen ini, juga menambah penghasilan pedagang-pedagang kecil.

Ada suasana berbeda saat malam di tempat ini malam ini. Ada ritual keagamaan umat Budha.

Salah satu umat Budha yang berencana akan mengikuti ritual ini, Komang Arjuna sengaja datang dari Lampung khusus untuk mengikuti ritual keagamaan ini. Bersamanya juga ada umat Budha yang berasal dari Taiwan.

Salah satu diantara umat Buddha menjelaskan bahwa, ritual yang merupakan ritual untuk menanti kedatangan gerhana. Seperti halnya umat Islam menggelar shalat gerhana. Seratusan umat Buddha memenuhi pelataran di depan candi. Ritual ini merupakan ritual ini dinamakan Piratta, atau ritual untuk meminta perlindungan kepada tuhan.

Pada ritual ini, umat Buddha menggunakan sebuah patung Buddha yang disebut Buddharupang, yang digunakan sebagai kiblat.

Dalam ritual ini, mereka juga menata beberapa benda diantaranya, garu atau dupa yang menghasilkan aroma harum saat dibakar. Dan diharapkan keharuman akan sampai ke surga. Kemudian adalah buah yang melambangkan tentang sebab akibat atau karma. Kemudian adalah bunga atau Anicca yang melambangkan ketidakkekalan.

Umat yang mengikuti ritual ini merupakan gabungan dari beberapa Vihara. Diantaranya adalah Vimunattara, Jaya Manggala, dan Sakiakarti. Pada pagi harinya mereka kembali melanjutkan ritual setelah beristirahat sejenak. Ritual kali ini mereka menyalakan pelita di sekeliling lokasi ritual.

GMT 2016 Candi Muaro Jambi

Pagi ini, jam menunjukkan pukul 05.00 WIB. Para pengunjung Candi Muaro Jambi semakin bertambah banyak. Terhitung lebih dari 300 pengunjung memadati kawasan candi pagi ini. Kedatangan mereka tak lain adalah untuk melihat fenomena gerhana matahari total yang diperkirakan akan tejadi pagi ini.

Di sisi kanan kawasan, kedai-kedai kecil mulai ramai pengunjung yang ingin ngopi sambil ngobrol-ngobrol santai. Sementara di sisi lainnya, umat Budha kembali melanjutkan ritual keagamaan mereka. Terlihat sejumlah orang seperti sedang memanjatkan doa dengan dipimpin oleh seorang biksu.

Udara dingin mulai terasa sesekali salah beberapa dari memandang langit entah untuk menikmati keindahan langit atau untuk menunggu kedatangan gerhana matahari.

Diperkirakan pagi ini lebih dari seribu pengunjung memadati lokasi candi untuk menyaksikan gerhana matahari.

Penulis: Yovy Hash

#News1


kenali.co