Perambahan Hutan di TNKS Makin Marak

Perambahan Hutan di TNKS Makin Marak

Senin, 07 Maret 2016 - 19:16:06 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 310

Kenali.co, KERINCI - Perambahan hutan semakin mengkhawatirkan di Provinsi Jambi. Bahkan termasuk di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang ada di kabupaten Kerinci dan Sungaipenuh.

Hal ini dikatakan Kasi Wilayah I BB-TNKS Kerinci, Agusman. Dia menjelaskan perambahan hutan di Kerinci sudah sangat luas, ini disebabkan banyaknya masyarakat kerinci yang berada di kawasan taman nasional.

"Masyarakat yang berada di kawasan taman nasional banyak yang membuka lahan untuk perkebunan," jelasnya.

Kasi Wilayah I TNKS Kerinci mengatakan terkait dengan perambahan, pihaknya telah banyak melakukan penangkapan terhadap masyarakat yang melakukan ilegal logging di kawasan TNKS.

Dia juga menyebutkan pihaknya terus mengupayakan penegakan hukum dalam kawasan. Selain melalukan pemasangan papan larangan menebang pohon dan membuka kebun dalam kawasan taman nasional, pihaknya juga melaksanakan operasi.

"Sering kita memberikan pengumuman kepada masyarakat dan surat himbauan dari bupati juga sudah kita sampaikan, tetapi tidak dihiraukan masyarakat," ungkapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BB-TNKS Kerinci belum lama ini, untuk luasan lahan yang telah terjadi perambahan, di kabupaten Kerinci mencapai 22.800 hektar. Sedangkan di kota Sungaipenuh mencapai 1.900 hektare. Sementara dari data tersebut kecamatan yang banyak terjadi perambahan adalah di kecamatan Batang Merangin, Kerinci yakni 5.100 hektar dan Kumun Debai, Sungaipenuh yang mencapai 1.070 hektar.

Terjadinya perambahan hutan di TNKS ini, juga dilihat saat ini masih terdapat puluhan kubik kayu ilegal yang diduga dari wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan hasil illegal logging tersebut, merupakan hasil tangkapan dari Polisi Kehutanan kabupaten Kerinci selama tahun 2015.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Kerinci, Efrawadi, belum lama ini mengatakan puluhan kubik kayu ilegal ini, hasil tangkapam dari wilayah yakni Sungai Betung dan Danau Tinggi.

"Ya, itu kayu tangkapan 2015 lalu, ditangkap saat anggota kita razia dijalan, seperti di Sungai Betung dan Danau Tinggi,"katanya

Namun, dia tidak mengetaui jumlah pasti jumlah kayu hasil  illegal logging pada tahun 2015 lalu, namun diperkirakan lebih dari 10 kubik kayu. "Berbeda-beda jumlahnya, ada ditemukan 5 sampai 7 kubik, tapi data keseluruhannya saya kurang tahu pasti, untuk jelasnya dengan kabidnya," ucapnya.

Dikatakannya, kayu yang ditangkap tersebut, kuat dugaan dari hasil  illegal logging di hutan TNKS, karena kayunya banyak tidak diketahui namanya.

"Kalau dari perkebunan, kita tau semuanya seperti meratih. Tapi untuk melacak balak dan tunggulnya, itu tugas dari TNKS dan Kepolisian. Kalau kita hanya kewenangan setelah keluar dari hutan TNKS, sedangkan yang berada di dalam TNKS ada kewenangan TNKS," tandasnya.

(sau)

#News1


kenali.co